Image Gallery Post

Yuk Cicipi TOP 10 Kuliner Khas Garut

  1. Dodol Garut

Dodol Garut merupakan salahsatu ikon kuliner khas Garut yang mampu mengangkat citra Kabupaten Garut sebagai penghasil Dodol yang berkualitas tinggi dan beraneka ragam jenis Dodol yang diproduksi. Dodol Garut ini dikenal luas karena ciri khasnya dimana  rasanya dan kelenturan yang berbeda dari produk yang sejenis dari daerah lain.

 

 

Industri dodol Garut ini berkembang sejak tahun 1926, oleh seorang pengusaha yang bernama Ibu Karsinah dengan proses pembuatan yang sangat sederhana dengan metode tradisional home industry dan terus berkembang hingga saat ini, hal ini disebabkan karena :

  1. Memiliki citarasa khas dan unik sehingga berbeda dari dodol lainnya;
  2. Keanekaragaman jenis sehingga pemilihan varian rasa lebih beragam;
  3. Harganya terjangkau dan merupakan makanan yang sangat digemari oleh masyarakat;
  4. Proses pembuatannya sangat sederhana dan bahan bakunya mudah diperoleh;
  5. Aman karena tidak menggunakan bahan pengawet dan tambahan bahan makanan yang bersifat sintetis;
  6. Memiliki daya tahan cukup lama ( 3 bulan).
  • Rasa dodol yang terkenal di Garut :
    1. Dodol wijen
    2. Dodol kacang
    3. Dodol buah
    4. Dan dodol cokelat (Chocodot)
  • Harga Dodol Garut/Kg berkisar antara Rp. 25.000 – Rp. 60.000 (tergantung merek dan varian rasa)

Dodol garut ini menempati Top 10 kuliner garut karena dodol Garut dikembangkan dengan memodifikasi dan inovasi bahan baku utamanya yaitu dengan memanfaatkan bahan lain buah waluh, kentang, kacang, pepaya, nenas, sirsak dan lain-lain. Salahsatu inovasi dodol yang terknal adalah dodol cokelat dari chocodot dimana dodol coklelat ini merupakan perpaduan cita rasa dodol tradisional dan cokelat yang oetentik. Dekranasda juga membantu pemasaran melalui pameran-pameran, perbaikan kualitas produk maupun perbaikan desain kemasan melalui pelatihan-pelatihan. Top brand dodol garut yaitu Dodol Picnic selain dari segi rasa yang terjamin dodol picnic juga menggunakan packaging yang menarik serta proses distribusi yang luas.

  1. Burayot Makanan Khas Garut ala Situ Cangkuang

 

Setiap orang yang berkunjung ke garut dari arah Bandung pastinya akan melewati kecamatan Leles di kabupaten Garut (jika mengambil rute kadungora dari arah nagreg). Nah di Kecamatan Leles tersebut terdapat situ yang terkenal yaitu Situ Cangkuang.


Situ Cangkuang tersebut terkenal makanan khasnya yaitu Burayot. Garut memiliki sangat banyak makanan khasnya terutama makanan khas tiap kecamatan. Burayot yang sangat dikenal oleh masyarakat Leles, Kadungora dan Wanaraja yang memiliki rasa yang manis dan gurih sehingga banyak disukai oleh banyak orang. Burayot atau ngaburayot dalam bahasa Sunda memiliki arti yaitu bergelantungan. Dari namanya saja sudah pasti makanan ini nyunda atau sunda banget.

 

Burayot ini terbuat dari bahan-bahan yang simpel dan tidak sulit ditemukan di banyak tempat yaitu gula merah, minyak kelapa, kacang tanah, dan tepung beras. Proses pembuatannya pun tidaklah sulit. Pertama-tama yang dilakukan untuk memprosesnya yaitu menumbuk beras merah menjadi tepung beras atau bisa menggunakan tepung beras kemasan siap pakai. Gula merah terlebih dahulu dicairkan. Sementara kacang merah digoreng tanpa minyak atau dalam bahasa sunda proses tersebut disebeut disangray. Kemudian ditumbuk sampai halus. Kacang merah dan tepung beras yang sudah halus kemudian dimasukan kedalam cairan gula merah yang sudah dicairkan dan didinginkan. Kemudian bahan ini dibuat adonan dengan cara diaduk sampai rata lalu dicetak untuk kemudian digoreng menggunakan wajan.

 

Setelah matang kemudian ditiriskan. Saat ditiriskan dari wajan, makanan ini harus diangkat dengan menggunakan penusuk bambu. Karena sifatnya yang lembek itulah ketika diangkat menggunakan penusuk bambo maka akan terlihat ngaburayot atau bergelantung, maka dari itulah makanan ini disebut Burayot. Rasa burayot sebenarnya mirip dengan kue cin-cin atau kue cucur namun hanya berbeda dari segi tekstur dan bentuk.

  • Harga burayot berkisar Rp. 10.000 – Rp 15.000 / cup kotak kecil

 

  1. Nasi Liwet Domba Garut

Nasi liwet adalah nasi khas sunda dimana proses pemasakannya menggunkan cara konvensional dimana nasi liwet biasanya dimasak dengan air banyak menggunaan  tungku atau kompor dalam wadah berupa kuali bernama kastrol selain proses pemasakan yang khas biasanya nasi liewet juga ditambahkan bumbu yang khas seperti bawang, salam, sereh, cabe dan santan. Bumbu rempah tersebut akan membuat rasa dan aroma dari nasi liwet menjadi lebih menggugah selera.

Nasi liwet khas sunda sangat beragam salahsatunya ada nasi liwet khas Garut yaitu nasi liwet Domba Garut, dimana nasi liwet yang disajikan sama dengan nasi liwet pada umumnya namun yang menjadi ciri khas ikon Garut yaitu lauk yang disajikan berupa menu masakan yang berbahan dari domba Garut, seperti sate Domba, Gepuk domba, bistik Domba, dll.

  • Harga nasi liwet domba Garut paket / orang berkisar Rp. 35.000 – Rp. 60.000 (tergantung varian menu yang dipilih)

 

  1. Es Goyobod Alun-alun Garut

Wilayah Alun-alun Garut memiliki jajanan ciri khas Garut yang melegenda yaitu es goyobod dimana es goyobod  sendiri berarti nama lain yaitu basah kuyup, es goyobod ini juga banyak dijumpai di kota, bandung serta wilayah Jawa Barat lainnya yang rasanya dingin menyegarkan. Es goyobod ini sering disebut es goyobod alun-alun karena yang letaknya di seberang sebelah timur alun-alun Garut (depan SMU 11 Garut). Es Goyobod tersebut terkenal karena cita rasanya yang tetap sama meskipun terlah diturunkan secara turun temurun, Es  goyobod ini dikategorikan jenis es atau sirup campur, didalamnya dicampur dengan alpukat, kelapa muda, jelly kenyal seperti cincau ataupun cendol.

  • Harga Es Goyobod Alun-alun Garut / porsi yaitu Rp. 7.000

 

  1. Dorokdok Sukaregang

Dorokdok merupakan kerupuk khas Garut yaitu khas daerah Sukaregang yang merupakan sentral oleh-oleh kulit Garut. Dorokdok terbuat dari kulit sapi, domba atau kambing yang diolah dengan cara direbus lalu dikeringkan sehingga bisa digoreng mengembang seperti kerupuk dengan cita rasa dan aroma khas kikil, namun tekstur yang didapat akan sangat garing tidak seperti kikil yang kenyal pada umunya.

  • Harga Dorokdok berkisar Rp. 100.000/kg

 

 

6. Chocodot (Coklat Isi Dodol)

Mendengar kata “dodol” pasti langsung teringat dengan Kota Garut di Jawa Barat. Tapi, tidak sekadar itu. Kota yang memiliki tradisi ketangkasan domba ini juga memiliki variasi dodol yang dikombinasikan dengan coklat. Penganan ini bernama coklat dodol dan sekarang terkenal dengan chochodot. Ide pembuatan chocodot timbul secara tidak sengaja. Suatu kali, Kiki Gumelar (pembuat roti dan coklat) secara tidak sengaja menjatuhkan dodol ke dalam adonan coklat. Saat itulah muncul ide menjadikan dodol sebagai isi coklat. Setelah dicoba, ternyata menghasilkan rasa yang nikmat. Perpaduan tekstur dodol yang kenyal dengan rasa manis coklat terasa begitu pas saat menyentuh lidah.

Chocodot memiliki berbagai varian rasa, mulai dari rasa coklat yang pahit, coklat susu, dan coklat putih yang lembut. Pemilihan nama dan packaging dibuat unik, seperti “Coklat  anti galau”, “Coklat enteng jodoh” dan kata-kata unik lain yang dapat menarik minat pelanggan untuk mencobanya. Gerai dan toko chochodot dapat ditemui dijalan Siliwangi dan pusat oleh-oleh di daerah Tarogong Garut.

7. Soto Ahri

Soto Ahri adalah salah satu kuliner yang legendaris sekaligus paling tua di kabupaten Garut yang masih eksis hingga kini, mulai jualan sekitar tahun 1943 silam, kuliner yang berada di Jalan Mandalagiri, Kelurahan Ciwalen, Kecamatan Garut Kota.

Menu yang ada di warung ini hanya soto. Paling kombinasinya apakah ingin gunakan nasi atau tidak, apakah satu porsi atau ½ porsi serta apakah dagingnya gunakan daging sapi atau daging ayam. Semangkuk soto nikmat ini hanya dibandrol kisaran 25 ribu rupiah.

Soto Ahri dikenal sangat nikmat dengan daging super lembut dan juga kuah santan kuning yang mantap. Rahasianya ada pada daging sapi muda yang digunakan warung ini. Daging tersebut direbus selama 3 jam, lalu didiamkan semalaman untuk mendapatkan kaldu yang kental. Kuah soto pun dimasak dengan menggunakan kayu kabar yang dipercaya dapat membuat kuah lebih harum.

8. Kue Balok Q’Anom

Kue balok Q’Anom adalah satu kudapan yang sedang viral belakangan ini, kue balok ini memiliki aroma yang khas seperti brownies coklat. Proses masak kue balok ini hanya setengah matang supaya coklat didalamnya tetap lumer. Kue balok ini dibakar di atas api yang berasal dari arang yang membuat aroma kue balok menjadi khas. Kue balok brownies ini lebih enak dimakan saat masih panas. Biasanya kue balok nan legit ini disantap bersama kopi atau teh panas. Kue balok brownies ini hanya dipatok Rp 20 ribu per porsinya. Di setiap porsi, berisikan 8 kue balok brownies. Kita menemukan warung kue balok Q’Anom ini jalan Rancabango, Tarogong Kaler Garut.

9. Endog Lewo

Endog Lewo merupakan salah satu makanan ringan yang khas dari kampung Lewo di kecamatan Malangbong Kab. Garut. Berbentuk bulat dan rasanya yang gurih membuat makanan ini sangat digemari oleh semua kalangan. Bahan utama dari olahan endog lewo ialah tepung singkong yang kemudian diberi garam, dan bumbu lainnya.

Makanan ini mempunyai rasa yang enak dan sangat cocok dijadikan cemilan, harga endog lewo terhitung murah. Endog lewo dijadikan sebagai oleh-oleh bari para tamu yang berkunjung atau melewati Malangbong.

10. Ladu Malangbong

Ladu adalah salah satu makanan khas Garut bercita rasa manis selain dodol. Penganan berbahan baku utama beras ketan ini merupakan makanan khas asal Kecamatan Malangbong. Ladu terbuat dari beras ketan dan gula aren pilihan. Teksturnya agak kasar namun apabila digigit kenyal seperti dodol. Popularitas Ladu dari waktu ke waktu terus meningkat, seiring menjamurnya bisnis kuliner di tanah air.