Image Gallery Post

Jelang Pertandingan Olahraga Tradisional Tingkat Provinsi Jawa Barat 2019

Ilmu pengetahuan dan teknologi terus berkembang hingga dunia memasuki Era Globalisasi yang hampir meniadakan jarak dan batas, sehingga mau tak mau dengan tidak bisa dibendung atau dengan proteksi sekalipun, semua produk asing bisa dengan leluasa memasuki dunia kita bahkan langsung menuju ke rumah-rumah lewat televisi konvensional, televisi berlangganan serta Handphone Android yang jaringannya tidak bisa kita tolak, hingga ke pelosok Desa sekalipun.

Sementara itu, anak-anak kita “Anak Milenial” yang hidup di “Zaman Now” yang aktifitas pribadinya bukan lagi menulis diary tapi bergelut dengan dawai (gadget)-nya adalah sahabat-sahabat Mobile Legend, World of Warcraft dan beberapa Game On-line lainnya, dengan aneka ragam dan jenis permainan serta Tokoh-tokohnya yang datang dari belahan bumi sebelah sono. Lalu, besar mana prosentasenya dengan anak-anak yang mengenal permainan Egrang, Tarumpah Panjang, Lari Balok, Ketepel, Panggal, Alung-boyong, Kukudaan, Wawayangan, Sasalimpetan, dan banyak lagi permainan anak-anak ABG (Anak Baru Gochap).

Lalu, apa yang telah dan akan kita perbuat untuk memperkuat dan mempertahankan warisan budaya leluhur kita yang berupa   p e r m a i n a n   ini ?  Padahal kandungan manfaat dan filosofis berupa pesan moral maupun fisical-motorik dalam permainan tersebut sangatlah kaya, disamping bersifat hiburan, mendidik serta penuh kesederhanaan.

Tanpa bermaksud mencari kambing paling hitam dari kondisi ini, serta sejalan pula dengan era otonomi daerah dimana pilarnya terdiri dari Pemerintah, Swasta dan Masyarakat, ditambah lagi penguatan dengan adanya Undang-Undang Pemajuan Kebudayaan maka kami dari KAMP Garut Enterprises –Kelompok Kreatif dan Sanggar Seni-Budaya (sebuah organisasi non-Pemerintah) dan Garut Creative Board dengan didukung oleh Dirjen Kebudayaan Kemdikbud RI, Pemerintah Prov. Jabar, dan Pemerintah Kabupaten Garut bermaksud turut serta membangun dan membina Budaya dan Adat Daerah –dalam hal ini Sunda dengan mengadakan kegiatan Pertandingan Olahraga Tradisional (POT) dan Festival Permainan Tradisional” Tingkat Jawa Barat pada 28-29 September 2019 di Desa Wisata Saung Ciburial – Desa Sukalaksana – Kec. Samarang – Kab.Garut

Kegiatan ini sekaligus sebagai ajang seleksi bagi Provinsi Jawa Barat dalam memilih perwakilan untuk mengikuti Pekan Kebudayaan Nasional yang akan diselenggarakan oleh Direktorat Kebudayaan Kemdikbud pada 7-13 Oktober mendatang di Gelora Bung Karno Jakarta.

Dalam kegiatan Pertandingan Olahraga  Tradisional (POT) dan Festival Permainan Tradisional” Tingkat Jawa Barat akan diperlombakan 2 jenis kegiatan yakni berbentuk Pasanggiri, Apresiasi dan Pengenalan, yaitu Festival Kaulinan Urang Lembur yang khusus diikuti oleh setingkat SMA/SMK/MA, dan Lomba / Pertandingan Permainan Tradisional itu sendiri yang akan diikuti oleh siswa/siswi setingkat SMP/MTs.

Pada Festival Permainan Tradisional menampilkan setidaknya 1 (satu) jenis permainan / kaulinan urang lembur atau lebih yang biasa/bisa dimainkan tatkala Terang Bulang (Ngabungbang) dirangkai dalam sebuah Cerita (terdapat dialog dan/atau kakawihan) dengan unsur cerita ; awal – permainan – akhir. Durasi maksimal 15 menit.

Sedangkan dalam Pertandingan Olahraga Tradisional atau disebut juga Olahraga Rekreasi akan memperlombakan Pertandingan Wajib sebanyak  4 (empat) jenis Permainan / Pertandingan Inti, yakni :

  1. Galah Ulung (Hadang)
  2. Egrang
  3. Lari Balok (Balok Lumpat)
  4. Balap Tarumpah Panjang

 

Serta 3 (tiga) Pertandingan Eksibisi yang akan diperlombakan, yakni :

  1. Alung Boyong
  2. Slepdur (untuk Putri), dan
  3. Ketepel

 

Maksud dari kegiatan ini adalah

  1.  
  2. 1. Melestarikan sambil mengaktualisasikan Warisan Budaya Daerah Sunda –khususnya yang terangkum dalam bentuk Permainan / Kaulinan, baik yang dipertandingkan 1 lawan 1 (perorangan maupun kelompok), ataupun ditampilkan secara perorangan maupun kelompok.
  3. 2.Memperkenalkan Bentuk dan Nilai-nilai Etika dalam budaya Sunda yang dipresentasikan lewat Permainan Tradisional.
  4. 3.Memberikan hiburan yang mendidik dan melatih sportivitas–khususnya bagi Generasi Muda (Nonoman) Sunda.

 

Disamping untuk meningkatnya pengetahuan Siswa-siswi / Generasi Muda tentang bentuk Kaulinan maupun Permainan sebagai warisan budaya leluhur Urang Sunda, permainan ini banyak manfaatnya bagi para pemain, diantaranya, menjaga dan melatih sinkronisasi tangan, mata dan fokus / perhatian yang akan berguna dalam meningkatan konsentrasi Peserta dan menyeimbangkan kerja otak kiri dan otak kanan yang akan sangat bermanfaat bagi mengaruhi kehidupan.

Dan sampai saat ini, hingga pendaftaran ditutup telah terdaftar untuk berpartisipasi dalam kegiatan ini sebanyak 6 (enam) Kabupaten – Kota, belum termasuk Kontingen dari Kab. Garut yang terdiri dari 6 Kontingan setingkat SMA dan SMP.