Image Gallery Post

Disparbud Garut Promosikan Pariwisata Garut melalui event Pasar Wisata Digital Perkebunan DayeuhManggung

 

 

Disparbud Garut yang bekerjasama dengan Kementerian Pariwisata Indonesia (Kemnpar) telah sukses menyelenggarkan Pasar Wisata Digital untuk yang kedua kalinya di Kabupaten Garut, Perkebunan DayeuhManggung merupakan destinasi wisata kedua tempat diadakannya Pasar Wisata Digital 2019, dimana tempat pertama berlokasi di Destinasi Wisata Situ Bagendit yang berlokasi di Kecamatan Banyuresmi Kabupaten Garut pada hari Jumat (9/08/2019). Pasar Wisata Digital sendiri merupakan kegiatan Disparbud Garut dalam rangka untuk mempromosikan Destinasi wisata yang ada di Garut, khususnya Situ Bagendit, Perkebunan Dayeuhmanggung, dan Situ Cangkuang. Pasar Wisata Digital sendiri merupakan bentuk implementasi dari program Kemenpar yaitu pengembangan destinasi wisata digital dengan memanfaatkan media sosial sebagai alat untuk memviralkan potensi destinasi wisata dimana Pasar Wisata Digital tersebut diselenggarakan.

Dalam sejarah Dayeuhmanggung tercatat sebagai sebuah kerajaan/kedaleman yang kelak menjadi kerajaan Timbanganten yang wilayahnya meliputi Kecamatan Bayongbong, Kecamatan Cisurupan, Kecamatan Cilawu, Kecamatan Samarang dan Kecamatan Tarogong. Pada masa kolinial Belanda Dayeuh Manggung menjadi nama sebuah perkebunan teh yang didirikan pada Tahun 1900 oleh salah seorang koloni Belanda yaitu Mr. Baron, dimana Mr. Baron merupakan pemilik pertama perkebunan teh tersebut yang bertempat tinggal di jalan Ciledug dimana bekas bangunan rumahnya sejak tahun 2007 digunakan sebagai Kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Garut.

Pada masa perang kemerdekaan pada tahun 1948 ketika terjadi agresi militer Belanda ke-2 disekitar Dayeuh Manggung dimana kaki Gunung Cikuray dijadikan persembunyian para Gerilyawan TNI Siliwangi Yonif Garuda Hitam pimpinan Mayor A.Rivai. Setelah kedaulatan RI 1950 perkebunan Dayeuh Mangung baru dinasionalisasikan hingga sekarang menjadi salahsatu PTPN di Jawa Barat.

Dengan nilai historis yang kuat perkebunan teh Dayeuh Manggung mejadi salahsatu destinasi wisata Garut yang akan menjadi spot bagi kegiatan Festival Pasar Wisata Digital Dinas Pariwisata Kabupaten Garut, dengan nilai historis perkebunan teh Dayeuh Manggung  festival tersebut bisa dijadikan ajang collectif Ceremony bagi masyarakat.

Lantas mengapa disebut Pasar Wisata Digital? Karena di Pasar Wisata Digital ini menyuguhkan berbagai aneka jajanan khas garut mulai dari burayot, es goyobod, aneka keripik, ulen, nasi liwet domba garut, aneka baso aci, rujak dan masih banyak lagi. Selain tersedia beraneka jajanan khas Garut, di Pasar Wisata Digital anda akan menemukan berbagai spot foto yang instagramable sehingga akan menarik wisatawan untuk mengambil foto sefie kemudian menguploadnya di media sosial sehingga dapat menjadi viral. Media sosial sendiri merupakan alat komunikasi berbasis digital, sehingga event ini disebut sebagai Pasar Wisata Digital, karena dengan kecanggihan teknologi digital seperti Media Sosial lebih cepat menyebarkan informasi sehingga lebih cepat menjadi viral di kalangan masyarakat. Pasar Wisata Digital tidak hanya mempromosikan Situ bagendit, namun juga mempromosikan kuliner serta seni dan budaya khas Garut.

Acara ini makin menarik karena diawalai dengan penyambutan para pejabat pintu masuk oleh para MOKA Garut serta disambut oleh kesenian Tradisional Garut yaitu Badogar dimana tarian Badogar tersebut adalah tarian yang menampilkan kekuatan dan kegagahan fisik. Badogar sendiri memiliki 2 orang penari utama yang memerankan karakter domba hitam sebagai simbol kejantanan sedangkan domba putih sebagai simbol kebaikan. Setelah acara penyambutan para tamu VIP dijamu oleh suguhan kopi khas Garut yang diseduh langsung oleh para MOKA Garut sehingga para tamu bisa merasakan langsung aroma kopi khas Garut secara langsung.

Selain penyambutan yang meriah Pasar Wisata Digital Perkebunan DayeuhManggung menghadirkan berbagai hiburan, diantaranya menampilkan tari rampak gendang, permainan angklung, celentung, jaipong, bangreng, arumba pegawai disparbud, band kocak dari Oke Budi serta penampilan dari kami menampilkan group penyanyi anak-anak berkebutuhan khusus yang memukau penonton.

Acara pasar wisata digital dihadiri oleh perwakilan dari kementrian pariwisata yaitu Pak Yaya Ajen dan Ferdiansyah MM, Selaku ketua komisi X DPR RI, Bapak Wakil Bupati Garut, para kepala SKPD dan Organisasi masyarakat.di Dayeuhmanggung ini resmi dibuka oleh Anggota DPR RI Dapil Jawa Barat XI Kab. Garut, Kab. & Kota Tasikmalaya Ferdiansyah Jumat (13/8),

Masyarakatpun sangat antusias, acra ini kurang lebih telah dihadiri oleh 2000 pengunjung. Mereka sangat antusias dengan memanfaatkan spot selfie yang telah disediakan di beberapa tempat untuk diupload di media sosial. Dengan demikian tugas Disparbud untuk mempromosikan pariwisata Garut sangat terbantu untuk mendatangkan wisatawan sebanyak banyaknya, baik wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara yang akan meningkatkan perekonomian garut semakin maju.