17.7 C
New York
Rabu, 14 April 2021
Beranda Budaya Angklung Diatonis

Angklung Diatonis

Angklung Diatonis merupakan perkembangan dari Angklung Buhun yang bertangga nada Pentatonis seperti Angklung Buncis, Angklung Baduy dan Angklung Gubrag yang sudah sejak lama terdapat di Tatar Sunda ini. Terciptanya Angklung Diatonis ini di pelopori oleh seorang putra dan ahli musik Tatar Sunda kelahiran Garut yaitu Bapak Daeng Soetigna (Alm). la berguru kepada Bapak Jaya dad Kuningan, yaitu seorang ahli pembuat Angklung.

Angklung adalah sejenis alat musik yang terbuat dari bahan bambu. Jenis bambu yang di pergunakannya adalah : Awi (bambu) Taman, Awi Wulung, Awi Belang, dan Awi Tali. Tetapi untuk Angklung yang lebih besar ada juga yang mempergunakan Awi Surat.

Demikian sebagaimana tercantum dalam buku Daeng Soetigna bapak Angklung Indonesia tulisan Helius Sjamsudin dan Hidayat Winitasasmita yang di keluarkan oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional Proyek Inventarisasi dan Dokumentasi Sejarah Nasional Jakarta 1986.

Waditra yang di pergunakannya terdiri:

Angklung Melodi, yaitu nada­ nada Angklung yang fungsinya melantunkan melodi, yang terdiri atas:

a) Melodi tidak bernomor, jumlahnya ada 11 yaitu : 5 nada dari to (tangga nada ) Oktaf Besar (Baskan) ditambah 6 nada dad to Oktaf Kecil (Diskan) (G – Gis – A – Ais – B – C – cis- d-dis-e-dan f ) . Angklung Melodi Besar ini tidak diberi nomor, cukup di bed nama nada mutlaknya pada masing-masing tabung nadanya yang letaknya vertical atau pada tabung dasarnya yang letaknya horizontal. Dengan demikian jelas bahwa pada Angklung Pa Daeng nada Angklung terendah adalah G dad tangga nada Oktaf Besar (Baskan).

b) Melodi Bernomor jumlahnya ada 31, mulai dad fis Oktaf kecil sampai dengan C. (c3). Angklung Melodi Kecil ini di bed nomor dari nomor 0 = fis tadi sampai dengan nomor 30 = c3 dengan jarak 1/2 nada (kromatis). Dengan demikiarf jelas pada Angklung Pa Daeng, luas oktaf dari yang terendah sampai dengan yang tertinggi : 3 1/2 oktaf.

2. Angklung Akompanyemen, terdiri atas:

a) Akompanyemen Mayor 12 buah dan Minor 10 buah yaitu

– Akompanyemen Mayor terdiri dari A7 – Bes7 – B7 – C7 – Cis7 – D7 – Es7 – E7 – F7 – Fis7 – G7 – As7

– Akompanyemen Minor terdiri dari: Am – Besm – Bm – Cm – Cism – Dm – Em – Fm – Fism – Gm.

b) Ko – Akompanyemen, jumlahnya sama dengan Akompanyemen, namun ukurannya Iebih kecil dari Akompanyemen.

Fungsi Angklung Akompanyemen ialah sebagai pengiring seperti halnya Gitar. Pengiring yang memainkan Akor­akor sesuai kunci lagu atau seperti fungsi tangan kiri pada permainan Piano. Antara Akompanyemen dan Ko – Akompanyemen saling mengisi sebagai penguat dan ritmis yang membedakan jenis lagu yang di lantunkan seperti pada Keroncong, Cha-cha, Dangdut dan lain sebagainya.

Nada-nada Angklung Melodi yang dipergunakan yakni dari yang paling rendah G sampai yang tertinggi C’’’

Berita berikutnyaTegal Panjang Garut

Most Popular

Festival Ekonomi dan Keuangan Digital Indonesia Tingkat Jawa Barat(FEKDI JABAR)

Jum'at 9 April 2021 Kabupaten Garut bertempat di Pendopo Kabupaten Garut pada acara Deklarasi Pembentukan TP2DD dalam Rangka Sinergi dan Akselerasi...

Diskusi Dan Pemutaran Film Pendek

Pada 5 April 2021, Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bekerjasama dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Garut mengadakan acara Diskusi...

Festival Kesenian Bangreng

Pada 2-4 April 2021, Disparbud Kabupaten Garut mengadakan Lomba Kesenian Tradisional Bangreng se-Kecamatan Cilawu yang merupakan bagian dari Festival Kebudayaan. Acara ini...

Recent Comments