12.8 C
New York
Senin, 23 November 2020
Beranda Budaya Angklung Badeng

Angklung Badeng

Badeng merupakan jenis kesenian yang menekankan segi musikal dengan angklung sebagai alat musiknya yang utama. Badeng terdapat di Desa Sanding, Kecamatan Malangbong, Garut. Dulu berfungsi sebagai hiburan untuk kepentingan dakwah Islam. Tetapi diduga badeng telah digunakan masyarakat sejak lama dari masa sebelum Islam untuk acara-acara yang berhubungan dengan ritual penanaman padi.

Sebagai seni untuk dakwah badeng dipercaya berkembang sejak Islam menyebar di daerah ini sekitar abad ke-16 atau 17. Pada masa itu penduduk Sanding, Arpaen dan Nursaen, belajar agama Islam ke kerajaan Demak. Setelah pulang dari Demak mereka berdakwah menyebarkan agama Islam. Salah satu sarana penyebaran Islam yang digunakannya adalah dengan kesenian badeng.

Angklung yang digunakan sebanyak sembilan buah, yaitu 2 angklung roel, 1 angklung kecer, 4 angklung indung dan angklung bapa, 2 angklung anak; 2 buah dogdog, 2buah terbang atau gembyung, serta 1 kecrek. Teksnya menggunakan bahasa Sunda yang bercampur dengan bahasa Arab. Dalam perkembangannya sekarang digunakan pula bahasa Indonesia. Isi teks memuat nilai-nilai Islami dan nasihat-nasihat baik, serta menurut keperluan acara. Dalam pertunjukannya selain menyajikan lagu-lagu, disajikan pula atraksi kesaktian, seperti mengiris tubuh dengan senjata tajam.

Lagu-lagu badeng: Lailahaileloh, Ya’ti, Kasreng, Yautike, Lilimbungan, Solaloh.

Berita berikutnyaTegal Panjang Garut

Most Popular

“FESTIVAL FILM PENDEK FIKSI JABAR XI”

Malam Anugerah Festival Film Pendek Fiksi Jabar XI pada hari Sabtu, 21 November 2020 Lokasi diadakan di Ballroom Hotel Harmoni – Garut Jawa Barat....

Festival Permainan Rakyat dan Pertandingan Olahraga Tradisional Tingkat Jawa Barat

Festival Permainan Rakyat dan Pertandingan Olahraga Tradisional, yang digelar Komunitas Anggota Masyarakat Peduli (KAMP) Garut pada tanggal 17-19 November 2020 di Desa...

Recent Comments